Teknik Menjual Produk Dengan Cross Selling & Up Selling

Berbicara mengenai teknik cross-selling dan up-selling, sebenarnya teknik Cross-selling dan Up-selling ini sudah sering kita jumpai. Hanya saja seringkali kita tidak menyadarinya. Sebuah riset menyatakan, bahwa sebesar 30% pendapatan eCommerce berasal dari upsells dan cross-sells.

Teknik ini tentunya diterapkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi. Dengan menerapkan strategi upsells dan cross-sells ini, sebetulnya perusahaan dalam tanda kutip “memaksa” kita secara halus untuk membeli dan mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi.

Contoh sederhananya Up-Selling, misalkan Anda pergi ke konter HP untuk membeli smartphone. Tentunya Anda sudah mencari-cari informasi dahulu tentang spesifikasi dan fitur-fitur dari smartphone yang Anda inginkan. Dan ketika datang ke konter hp untuk membeli smartphone tersebut, si penjual hp tersebut memberikan pertanyaan kepada Anda misalnya seperti ini : “Pak, Bapak beli smartphone tipe ini untuk digunakan biasa-biasa saja atau untuk keperluan multitasking pak? Biar bisa maen game, edit foto, bisa internetan sekaligus sambil bbm-an. Apakah sperti itu pak?“

Iya, saya beli yang tipe ini ya biar bisa semuanya. “Sebenernya, kalo untuk yang multitasking, ada tipe yang lebih bagus lagi pak, daripada yang ini dan harganya gak jauh beda, cuma tambah 300 ribu saja tapi bapak bisa dapat smartphone yang RAM nya sudah 1 GB dan cameranya 2 Mega pixel. 2 kali lebih tinggi dari spek smartphone yang hendak bapak beli.

Dengan RAM 1 GB bisa 2 x lebih cepet kinerjanya dari yang 512 pak. Maen game juga bisa lebih lancar pak. Sayang banget kan pak, cuma beda 300ribu doang, tapi bapak bisa dapet yang speknya lebih tinggi dari yang mau bapak beli.

Gimana pak, mau ambil yang RAMnya 512 dan kameranya 1 Mega Pixel saja atau mau ambil yang RAMnya 1GB dan kameranya 2 Mega pixel pak?

Nah hebat juga kan tehnik up-selling ini, intinya memberikan rekomendasi produk yang lebih baik. Tidak ada tipu menipu disini, hanya memberikan saran tentang produk yang lebih bagus dan dengan peningkatan harga tentunya. Itu adalah teknik up-selling yaitu seni menjual produk atau jasa A agar dapat ditingkatkan penjualannya menjadi A+ atau A++ atau A+++.

MUST READ:  6 Tips cara menarik pelanggan yang paling efektif

Tehnik up-selling ini dipakai agar pelanggan kita mengeluarkan lebih banyak uang dengan membeli produk dengan kategori yang sama yang lebih mahal atau produk dengan tambahan kelebihan lain seperti spesifikasi yang lebih baik, lebih tinggi atau lebih hebat.

tehnik upselling

tehnik upselling

Untuk Cross-Selling Contohnya masih yang tadi yah yang beli smartphone. Nah, Anda kan akhirnya beli yang disarankan sama si penjual handphone tadi. Setelah itu, si penjual hp itu bertanya lagi :“Mau sekalian pake anti goresnya pak? Biar layarnya lebih awet. Sayang kan pak hp baru. Nanti saya langsung pasangkan buat bapak. ”“Boleh deh. ”

“Gak sekalian sama kartu memorinya pak? Biar bisa diisi lagu-lagu kesayangan bapak. Kalo cuma pake memori internalnya, lama-lama bisa penuh juga pak. Kalo memori internal penuh, hp bapak nanti lemot kinerjanya. Jadi kalo pake kartu memori, file-file bapak bisa disimpan di kartu memori. Gimana pak? Mau sekalian sama kartu memorinya?” “Iya deh, boleh deh. ”Jegerrr. .

Anda yang tadinya mau beli smartphone yang harganya cuma 700 ribu akhirnya beli yang satu juta. Kemudian beli antigores sama kartu memorinya juga. Itulah yang dinamakan tehnik cross-selling.

Yaitu seni menjual produk atau jasa A untuk kemudian bisa menjual produk B, C dan D. Dan misalkan saya adalah si penjual hp tadi, ketika memberikan uang kembalian kepada si pembeli tadi, maka saya akan bilang : “Semoga awet ya pak handphone-nya”.

Ucapan yang sangat simpel, sangat sederhana, tapi mengena banget. Ucapan “Semoga awet ya pak barangnya” ini cuma bisa dipakai untuk barang-barang yang long term atau tidak sekali pakai. Misalnya elektronik, furnitur, peralatan rumah tangga, baju, dan lain-lain.

Dan tidak bisa dipakai untuk produk makanan. Masa harus bilang “Semoga awet ya pak baksonya”. Kan gak mungkin. Tehnik upselling dan cross-selling ini bisa dipakai tidak hanya oleh penjual hp tadi, bisa juga buat penjual laptop, kamera dan bukan hanya barang elektronik saja, barang lain atau pun jasa juga bisa.

MUST READ:  Tips Menghadapi Bisnis Yang Sedang Sepi (100% Work)

Misalnya di rumah makan atau restoran. Ketika pesan makanan, pasti ditawari : “minumnya apa pak?” Terus “makanan penutup apa pak?” Atau bisa juga ditambah promo menu yang lain misalnya : “ini ada menu baru loh pak di restoran kami namanya “anu” misalnya, bapak mau coba?”Atau di misalnya di salon ketika selesai potong rambut, Anda ditawari “mau sekalian crembath mas?”.

Atau bisa juga misalnya di usaha cetak foto, setelah selesai melayani jasa cetak pas foto 3 x 4 misalnya untuk keperluan persyaratan administrasi, tawari saja konsumennya, misalnya : Mau sekalian cetak foto lainnya pak? Untuk disimpan di dompet atau dipajang di rumah. Barangkali ada momen paling berkesan bersama keluarga atau bersama teman-teman Bapak. Sayang kan pak kalo cuma disimpan di hape. Gimana pak?. Nah singkat cerita, si konsumen itu menerima tawarannya dan mencetak foto ukuran 5R misalnya.

Tapi, sebelum dicetak, si penjual jasa cetak foto tersebut, bertanya lagi :“Pak ini fotonya bagus pak, resolusinya juga tinggi, ini hasil foto dari handphone bapak?” “Iya” “Berarti kamera handphone bapak bagus pak, pencahayaannya juga bagus pak, tidak silau tapi juga tidak gelap. Foto ini kalo diperbesar juga tidak akan pecah pak.

Dijadikan 10R hasilnya juga pasti bagus pak, karena fotonya memang bagus, resolusinya tinggi. Gimana pak? Mau cetak 5R aja atau 10R yang lebih besar?”.

Alhasil, jadilah foto tersebut dicetak ukuran 10R. Setelah itu tawari lagi “Mau sekalian sama figura nya pak? Biar bisa langsung dipajang di rumah, nanti saya yang pasangin ke figura nya”.

Nah, gimana? Dari contoh-contoh tersebut, sudah ada gambaran kan bagaimana melakukan teknik up-selling dan cross-selling ini? Mau Contoh lainnya ?

Okey. . Kali ini saya akan membawa Anda ke situs toko online terbesar di dunia yaitu Amazon.com.

amazon

amazon

Disini dijual berbagai macam barang dari yang paling murah sampai dengan yang paling mahal pun ada disini. Anda bisa lihat sendiri disini ada berbagai kategori produk dan jika di klik maka muncul sub kategori lagi dan di tiap-tiap kategori tersebut banyak sekali jenis produknya.

MUST READ:  Tips Cara Berbisnis Tanpa Modal dengan metode Dropship

Saya sudah memilih salah satu produk yang dijual di amazon. com pada kategori Kitchen & Dining yaitu Paderno World Cuisine. Alat yang berguna untuk memotong atau mengiris berbagai jenis sayuran.

Dan jika kita scroll ke bawah maka akan muncul teknik cross-selling yang dilakukan oleh amazon.com. Frequently Bought Together artinya yang sering dibeli secara bersamaan saat membeli paderno world cuisine ini adalah produk-produk berikut ini.

Anda bisa lihat lagi, dibawahnya ada Customer Who Bought This Item Also Bought artinya pembeli yang membeli produk ini juga membeli produk-produk di bawah ini.

Dan jika kemudian si calon pembeli tadi, akhirnya membeli juga produk-produk yang disarankan oleh amazon tersebut, maka akan meningkatkan jumlah total pembelian si pembeli tadi. Itulah teknik cross-selling yang dipakai oleh Amazon. com.

Kedua teknik ini juga bisa Anda aplikasikan atau Anda terapkan di bisnis Anda. Misalnya Anda berjualan kolor misalnya. Anda tawarkan saja kepada calon pembeli jika beli 1 harganya 25 ribu jika beli 3 harganya 60 ribu. Meskipun keuntungan Anda akan sedikit berkurang, tetapi omset yang Anda dapatkan akan meningkat.

Daripada ingin untung besar, tapi gak laku? Mendingan keuntungan sedikit tapi produk yang dijual bisa lebih banyak, betul gak? Silahkan aplikasikan atau terapkan kedua teknik ini di bisnis Anda.

Intinya adalah membujuk si pembeli agar membeli lebih banyak dari Anda atau mengeluarkan uang lebih banyak untuk usaha Anda.

Tapi, berikanlah rekomendasi yang akan memberikan kepuasan atau keuntungan bagi si pembeli. Jangan memberikan rekomendasi yang hanya menguntungkan Anda sebagai penjual, tapi juga harus menguntungkan si konsumen.

Itulah sedikit pembahasan tentang tehnik menjual produk dengan cara upselling dan cross-selling. Demikianlah pembahasan artikel kali ini. Terima kasih telah membaca ini sampai akhir. Saya do’akan, Anda yang akan menjalankan sebuah usaha dan juga Anda sedang menjalankan usaha, semoga diberi kemudahan, kelancaran dan senantiasa diberikan kesehatan.

About The Author

Reply