OK, ini tulisan kedua saya mengenai beberapa langkah penting ketika mencari dan memilih niche untukĀ dikuasai. Pastikan Anda sudah membaca artikel bagian 1 sebelum membaca tulisan ini.
Dalam artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan bagaimana saya berusaha mencari dan menyelidiki untung-tidaknya sebuah niche. Nah, langkah berikutnya adalah menyelidiki tingkat persaingan niche tersebut. Untuk langkah ini pun saya ga pake alat-alat canggih – cukup pake mbah Google.
* Jangan salah persepsi ya… saya bukannya mengatakan alat-alat keyword research berbayar itu ga berguna… ada juga alat-alat atau software yang bisa mempercepat proses pencarian niche, tapi biasanya mahal dan ga terjangkau oleh kebanyakan newbie. Makanya dalam contoh ini saya tunjukin yang gratisan, dan emang cara inilah yang saya pake selama ini!
Melihat Tingkat Persaingan Niche
Gampang kok… tinggal liat aja di Google. Tapi perlu diingat, gunakan Google negara yang sesuai. Kalau untuk pasar internasional yang mayoritas pembelinya dari Amerika, ya pake Google.com, jangan pake Google.co.id. Kalo pasarnya Inggris, ya pake Google.co.uk, dst.
Sebagai contoh, ketika saya ketikkan keyword “persian kitten” (tanpa tanda petik) di Google.com, ternyata muncul 1,24 juta halaman web.
Nah, 1,24 juta halaman web inilah yang akan menjadi saingan Anda kalau Anda berniat untuk terjun ke dalam niche “persian kitten”.
Sebagian orang memilih untuk menggunakan tanda petik “-” atau [-] ketika mengecek tingkat persaingan di Google, tapi saya biasa ga pake keduanya, dan itu bukan masalah besar kok. Saya memilih ga pake tanda apa-apa ketika mengetik keyword biar langsung keliatan juga siapa aja yang tampil di Top 10 untuk niche yang bersangkutan, dan seperti ini jugalah pengguna internet mengetikkan keyword ketika mereka menggunakan search engine.
Lalu, berapa angka yang aman?
OK, untuk lebih jelasnya, secara umum, berikut beberapa rambu yang saya pakai untuk menentukan tingkat persaingan sebuah niche:
- Jumlah halaman web (keyword tanpa tanda petik “-” ataupun [-])
- Jenis halaman web yang muncul di Top 10
- PageRank (PR) halaman web yang bercokol di Top 10
- Umur domain situs yang bercokol di Top 10
Jumlah Halaman Web
Ga ada angka baku untuk ini. Yang jelas, kalau masih 1-10 juta, dan exact search-nya > 1000, biasanya masih saya ambil. Apalagi kalau komisi afiliasinya besar, misalnya. Dan semakin besar exact search sebuah niche, kalau jumlah halaman web pesaingnya agak tinggi, biasanya tetap saya ambil. Kalau jumlah halaman web pesaingnya di bawah 1 juta, udah hampir dipastikan saya akan go for it.
Bagaimana kalau jumlah halaman web pesaingnya puluhan/ratusan juta?
Kalau Anda pemain baru, saya anjurkan untuk beralih ke niche yang lain. Tapi kalau Anda sudah punya pemghasilan online, dan ingin mengusai niche yang lebih besar (karena keuntungannya juga insyaAllah lebih besar), jumlah segitu ga jadi halangan kok – apalagi kalau untuk pasar lokal… go for it aja
Jenis Halaman Web Top 10
Liat apa saja jenis halaman web yang muncul sebagai Top 10…
…apakah banyak situs otoritas seperti Wikipedia, About.com, dll?
…apakah banyak konten dari situs sosial dan Web 2.0 seperti YouTube, Blogspot, EzineArticles, Yahoo! Answers, dll?
Semakin banyak situs sosial dan Web 2.0 yang bercokol di Top 10, semakin mudah untuk menguasai niche tersebut…
Kemudian liat juga apakah halaman web yang muncul di Top 10 itu merupakan homepage dari sebuah situs atau halaman ‘dalam’ (inner pages)? Kalau banyak halaman ‘dalam’ yang muncul, maka akan semakin mudah juga perjalanan Anda untuk menguasai niche tersebut.
- Contoh homepage: www.situs-asal.net
- Contoh halaman ‘dalam’: www.situs-asal.net/ini-halaman-dalamnya
PageRank Halaman Web Top 10
Anda bisa melihat PageRank (PR) setiap halaman web yang muncul di Top 10 dengan menggunakan plugin Firefox yang bernama SEOQuake. Anda bisa mendownload dan meng-installnya gratis. Terakhir saya liat plugin ini juga bisa dipasang di Google Chrome.
Nah, jumlahkan angka-angka PR dari 10 halaman web tersebut, kemudian bagi 10 – maka Anda akan memperoleh angka PR rata-rata. Secara umum, kalau hasilnya masih < 2, saya akan go for it.
Umur Domain Top 10
Cek umur domain yang tampil di Top 10 dengan menggunakan Whois. Semakin banyak domain ‘tua’ yang tampil di Top 10, maka semakin berat tingkat persaingannya. Tapi kalau domain-domain di Top 10 imbang antara yang tua dan masih baru, berarti masih ada kesempatan untuk Anda…
Nah, kombinasi dari ke-4 faktor di ataslah yang nantinya menentukan apakah saya akan mengambil sebuah niche atau tidak.
Pada kenyataannya, sangat jarang saya menemukan niche yang semua faktor di atas menunjukkan tingkat persaingan yang rendah, makanya seringkali, walaupun ada 1-2 faktor yang kurang mendukung, selama emang niche tersebut potensi penghasilannya bagus, terus faktor-faktor yang lain juga OK, biasanya tetap saya ambil.
Sebagai ilustrasi, mungkin kita akan menemukan niche yang:
- Exact Search = 6600 – OK
- Jumlah halaman web saingan = 1 juta – OK
- Mayoritas Top 10 situs Web 2.0 – OK
- PR rata-rata Top 10 = 2,5 – wakwaw
- Umur domain Top 10 sedang – OK
Nah, kalau begini kasusnya, biasanya saya tetap go for it, walaupun PR rata-ratanya ga masuk (kan harusnya < 2), soalnya faktor-faktor lainnya OK…
Oya, ketika ada niche yang memiliki tingkat persaingan berat berdasarkan satu atau beberapa faktor, sebaiknya Anda jangan langsung membuangnya - tetap catat hasil riset Anda, siapa tau di waktu yang akan datang Anda bisa mencoba menguasainya – yaitu ketika Anda memiliki modal dan skill yang lebih dari cukup
Melihat Trend
Sebagai pelengkap, jangan lupa untuk SELALU mengecek trend dari setiap niche yang Anda selidiki. Langkah ini sering diabaikan oleh kebanyakan orang.
Untuk mengetahuinya, saya menggunakan Google Trends dan Google Insights.
Sebagai contoh, beberapa bulan lalu saya hampir saja membuat situs baru untuk sebuah niche. Exact search-nya banyak, tingkat persaingannya sedang, domain name yang generik masih tersedia, tapi eh… ternyata ketika saya liat trendnya, ada beberapa data yang membuat saya mundur…
Anda bisa liat gambar di atas… ternyata trend untuk keyword tersebut terus menurun sejak tahun 2006, bahkan sepertinya akan terus menurun di tahun-tahun yang akan datang – this is bad news…
Data ke-2 yang membuat saya mundur adalah fakta bahwa ternyata pencarian terbesar untuk keyword ini berasal dari Filipina. Bukannya diskriminasi lho… tapi saya selalu mencari niche yang pencarian terbesarnya berasal dari US dan Canada, karena secara umum, daya beli online pengguna internet dari ke-2 negara ini tinggi…
Niche yang bagus adalah niche yang trendnya terus meningkat dari tahun ke tahun, atau paling tidak stabil…
Nantikan sambungan artikel ini ya…







Mas, salam kenal, mau tanya nih, bagaimana kalau yang muncul di top 10 itu situs2 eperti amazon, shopping dll (situs2 brand product), apa persaingannya tambah berat?
Kalau keywordnya merupakan nama produk, emang berat tuh mas. Apalagi kalau udah pake kata “buy”, biasanya persaingannya lebih berat. Kalau Anda belum punya penghasilan online yang konstan, saya anjurkan untuk hindari yang model begini, mendingan cari yang lebih mudah dulu – tapi ingat, masukkan aja ke dalam daftar niche yang potensial, siapa tau nanti bisa Anda kuasai di waktu lain.
makasih banyak mas artikle-nya,
benar-benar membantu, terutama pada bagian yang menjelaskan batasan2 mana yang low competition ato high.
nuwun
Mudah-mudahan bermanfaat.. Domainnya unik juga tuh mas
Keren sekali artikel-nya mas, sangat mencerahkan bagi saya yang pemula ini.
Thanks a lot.
Ur welcome…
“Melihat trend sering diabaikan banyak orang” … termasuk saya
kalau ngga baca tulisan ini, entah sampai kapan saya bakal mengabaikan ternd.
Tq mas,
akhirnya selesai juga saya baca semua tulisan “Fakta Bisnis Online”
Semoga kebaikannya berbagi, mendapat balasan yang setimpal.
Rejeki tambah lancar. Amin
Ha ha… rejeki tambah lancar ya mas? Amiin…
Mantabs mas FBO … begitu mudah difahami… lumayan banyak ya langkah2nya … pantes deh earning mas semakin besar juga. Saya tunggu mas kelanjutannya….
Trims
Ya mas, emang harus telaten kalau untuk masalah ini. Begitu langkah ini Anda lewati dengan baik, selanjutnya insyaAllah tinggal tunggu waktu aja untuk bisa punya penghasilan online… Mas, kalau boleh kasih masukan, “the details you need” baiknya di-proofread sama writer profesional yang native english…
Sip, thanks untuk tutorialnya, benar-benar bermanfaat.
Dulu saya pernah ngebet masuk ke niche ‘mortgage’, krn masih belum paham perihal jumlah pesaing dan pagerank pesaing, apalagi saya ndak paham ttg niche mortgage, tapi memaksakan diri karena HPK.
akibatnya, saya kehilangan banyak (dana), utk domain dan hosting yang hanya bertahan 2 tahun, biaya pesan konten, jasa backlink, energy dan waktu.
Di niche tsb, ternyata banyak situs-situs kuat.Udah usaha keras, traffik kadang cuma 1-5 UV per minggu , dan saya putuskan untuk menutup situs teserbut.
saya pikir lebih baik di tutup, karena untuk ‘menyetop’ kerugian yang berkelanjutan, lebih baik dana yang ndak seberapa di gunakan untuk situs yang lebih profitable.
Thanks untuk artikel ini, dan di tunggu artikel-artikel bernas selanjutnya mas.
Salam Jabat Erat
-Simon-
Pengalaman adalah salah satu guru terbaik mas Simon
Setelah beberapa kali baca-baca artikel disini, jadi semangat lagi saya untuk ngurusin blog yang nggak jelas supaya jadi lebih baik.. Thanks mas FBO atas inspirasi dan sharingnya..
Good luck mas!
Masuk akal apa yg sampeyan sampaikan, Mas. Apa yg sy pelajari selama ini ttg niche hampir “sama” dg artikel ini. Jadi ini adalah artikel “mahal” yg ga semua newbie bs dptkan secara gratis.
BTW, sy senang dg blog ini jd tempat yg baru utk menimba ilmu.
salam,
iPul.
Alhamdulillah……..pertanyaan2 yg selama ini selalu muncul di benak saya mulai ada pencerahan dari blog mas ini…….sy tunggu advise2 nya ya mas
salam